Binusian Discussion

Forum Discussion Binusian
 
HomeCalendarFAQSearchRegisterMemberlistUsergroupsLog in

Share | 
 

 Kau Tulang Rusukku

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Admin
Web Master
Web Master


Posts : 22
Join date : 2007-12-13
Age : 28

PostSubject: Kau Tulang Rusukku   Fri Dec 21, 2007 9:42 pm

Another Love story

Kau Tulang Rusukku ...
Ce : Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa ?
Co : Kamu dong !!!
Ce : Menurut kamu, aku ini siapa ?
Co : (berpikir sejenak lalu menatap Ce dgn pasti) Kamu tulang rusukku!!! Karena Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua Pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati

Setelah menikah, pasangan itu mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing2 & kepenatan hidup yg ada. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yg kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.

Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari pada akhir sebuah pertengkaran Ce lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak "Kamu nggak cinta lagi sama aku!". Co sangat membenci ketidak dewasaan Ce dan secara spontan balik berteriak "Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku !!!"

Tiba2 Ce menjadi terdiam dan berdiri terpaku untuk beberapa saat. Co menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan, tetapi seperti air yang telah tertumpah tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Ce kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing." Lima tahun berlalu. Co tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Ce.

Ce pernah ke luar negeri tetapi sdh kembali. Dia pernah menikah dgn seorang asing dan bercerai. Co agak kecewa bahwa Ce tidak menunggunya kembali. Di tengah malam yg sunyi dia meminum kopinya & merasakan sakit di hatinya. Tetapi dia tdk sanggup mengakui bahwa dia merindukan Ce. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di Airport, di tempat di mana byk terjadi pertemuan & perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas.

Co : Apa kabar ?
Ce : Baik ... apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang ?
Co : Belum.
Ce : Aku terbang ke New York dgn penerbangan berikut. Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu no telp kita, tidak ada yg berubah. Ce tersenyum manis, lalu berlalu. "Good bye...."

Malam itu, sekali lagi, Co mereguk kopinya dan kembali merasakan Sakit di hatinya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Ce, Tulang rusuknya sendiri yang telah dengan bodohnya dia patahkan. "Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya adalah fatal. Seringkali penyesalan itu datang belakangan akibatnya setelah kita menyadari kesalahan kita, semua sudah terlambat....
Karena itu jagalah dan sayangilah orang yang kau cintai dgn segenap hatimu...,
Sebelum kau mengucapkan sesuatu berpikirlah dulu, apakah kata2 yg kau ucapkan akan menyakiti orang yg kau cintai?? Kalo iya sebaiknya jangan kau ucapkan. Karena akan semakin besar resiko kau kehilangan org yg kau cintai. Jadi berpikirlah dahulu, apakah kata-kata2 yg akan kau ucapkan sebanding dgn akibat yg akan kau terima??"


Ayat Renungan :

Efesus 4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.
Pengkhotbah. 7:9 Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada org bodoh.


Credit to: www.tiberias.or.id
Back to top Go down
View user profile http://sisfo2011.forumotion.com
 
Kau Tulang Rusukku
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Binusian Discussion :: Da Cafe :: Religius :: Kristen :: Renungan Santapan Harian-
Jump to: